Pendapatan Nasional

Pendapatan Nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh faktor-faktor produksi yang digunakan untuk memproduksikan barang dan jasa dalam suatu tahun tertentu, sehingga Pendapatan Nasional digunakan sebagai istilah untuk menyatakan nilai barang dan jasa yang dihasilkan dalam suatu negara. Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode,biasanya selama satu tahun.

 

 

3 METODE DALAM PENGHITUNGAN PENDAPATAN NASIONAL :

 

1 Metode Produksi (Production Approach)

Pertama kali diperkenalkan oleh Simon Kuznet. Pendapatan Nasional dihitung dengan menghitung nilai barang akhir atau menjumlahakan semua nilai tambah. Nilai akhir adalah nilai barang yang siap dikonsumsi dan tidak lagi digunakan dalam proses produksi berikutnya. Sedangkan nilai tambah adalah selisih antara nilai suatu barang dengan biaya yang dikeluarkan untuk proses produksi terasuk nilai bahan baku yang digunakan.

 

Y = ∑P.Q , dengan P = harga ; Q = kuantitas

Y = ∑NTB , dengan NTB = nilai tambah bruto

 

Contoh soal :

● Pulpen biru seharga Rp. 100 diproduksi sebanyak 10buah , dan Pulpen hitam seharga Rp. 400 diproduksi 5buah, maka :

Y = (100*10)+(400*5) = Rp. 3000

 

●.harga padi/kg Rp. 2000. Dijadikan beras dijual senilai Rp. 3500. Dibuat tepung beras dijual senilai Rp. 6000. Maka NTB masing-masing produk adalah :

Y = 2000+(3500-2000)+(6000-3500)=2000+1500+2500=Rp. 6000 (nilai ini sama dengan nilai akhir dari produk padi/kg yaitu tepung beras)

 

Komponen-komponen pendapatan nasional yang termasuk dalam penghitungan dengan metode produksi, di antaranya, adalah sebagai berikut.

a.   Pertanian, peternakan, kehutanan, dan perikanan

b.  Pertambangan dan penggalian

c.   Industri pengolahan

d.  Listrik, gas, dan air minum

e.  Bangunan

f.   Perdagangan, hotel, dan restoran

g.   Pengangkutan dan komunkasi

h.  Bank dan lembaga keuangan lainnya

i.    Sewa rumah

j.    Pemerintahan dan pertahanan

k.   Jasa-jasa

 

2 Metode Pendapatan (Income Approach)

Pendapatan Nasional yang dihitung dengan menggunakan Metode Pendapatan yaitu dengan jalan menghitung semua pendapatan dari masing-masing pendapatan dari faktor-faktor produksi seperti pendapatan dari tanah (sewa), modal (bunga), tenaga kerja (upah), dan kewirausahaan (profit).

 Y = w + i + r + p,

w = upah;

i = bunga;

r = sewa;

p = profit.

 

3 Metode Pengeluaran (Expenditure Approach)

Metode ini pertama kali diperkenalkan oleh JM Keynes.

Pendapatan Nasional yang dihitung dengan menggunakan pendekatan pengeluaran yaitu dengan menjumlahkan seluruh pengeluaran yang di lakukan oleh semua pelaku ekonomi, baik itu rumah tangga, perusahaan (swasta), pemerintah dan sektor luar negeri.

 Y = C+I+G+(X-M),

C = rumah tangga;

 I = swasta;

G = pemerintah;

(X-M) = luar negeri yang didapat dari X(ekspor) dan M(impor).

 

Pendapatan Nasional dipengaruhi oleh beberapa faktor

.Sumber daya produksi

.Penggunaan tehnologi

.Permodalan

.Stabilitas nasional

.Kebijakan pemerintah (fiscal policy & monetary policy)

 

 

Referensi :

http://elfazri.blogspot.com/2012/04/pendapatan-nasionalsoftskill-part-3.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s